Minggu, 07 November 2010

Pengembangan Materi PAI

1 .Latar Belakang

Pada dasarnya, perkembangan kurikulum di Indonesia berpijak dari perkembagan pedidikan di Indonesia itu sendiri. Dalam kurikulum nasional, semua program belajar sudah baku dan siap untuk digunakan oleh pendidik atau guru. Kurikulum yang demikian sering bersifat resmi dan dikenal dengan nama ideal curriculum,yakini kurikulum yang masih berbentuk cita-cita. Kurikulum yang masih berbentuk cita-cita ini masih perlu dikembangkan menjadi kurikulum yang berbentuk pelaksanaan, atau sering dikenal dengan actual curriculum yakni kurikulum yang dilaksanakan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar.
Dalam menyusun kurikulum, sangatlah bergantung pada asas organisatoris, yakini bentuk penyajian bahan pelajaran atau organisasi kurikulum.
Tujuan utama organisasi kurikulum ini ialah mengembangkan kapasitas belajar untuk meguasai fakta, konsep, prinsip yang terdapat dalam mata pelajaran. Dengan demikian, spesialisasi yang merupakan ciri utama organisasi kurikulum ini sangat relative sifatnya, sebab penguraian mata pelajaran yang sedemikian terperinci hanya dapat dilakukan pada tingkat pendidikan tinggi atau dalam suatu universitas. Maka dari itu pentingnya pembentukan kurikulum organisasi dalam komponen.

2. Rumusan Masalah:
1. Sebutkan jenis organisasian kurikulum yang umum digunakan di sekolah?
2. Faktor-faktor apa saja yang melatar belakangi organisasian kurikulum?
3. Apa tujaun mempelajari organisasi kurikulum?

3. Tujuannya:
1. Mengetahui jenis-jenis organisasi kurikulum
2. Mengetahui factor yang melatar belakangi organisasi kurikulum
3. Mengetahui tujuannya




Organisasi Kurikulum

Organisasi berasal dari bahasa Inggris organization yang berakar dari Latin organiz (are), kemudian Inggris organize, yang berarti membangun (membentuk) suatu kebulatan (kesatuan) dari bagian-bagian yang berkaitan satu degan yang lain. Dilihat dari segi ini, organisasi bisa berarti keluaran (produk, output) organizing, yang bisa juga berarti organisme yang melakukan organizing. Yang dimaksud organisasi dalam bagian ini ialah organisasi dalam arti organisme tersebut.
Organisasi Kurikulum adalah pola atau bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada murid-murid. Organisasi Kurikulum sangat erat berhubungan dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai karena pola-pola yang berbeda akan mengakibatkan isi dan cara penyampaian pelajaran berbeda pula
Dalam dunia pendidikan dikenal ada tiga jenis pola organisasi kurikulum, yakni sebagai berikut:
a. Separated Subject Curriculum
b. Correlated Curriculum
c. Integrated Curriculum
Setiap organisasi kurikulum ditandandai oleh cirri yang tak banyak tetapi bersifat asasi yang dapat membedakannya dari organisasi yang lain. Disamping ada ciri-ciri dan sarana yang diperlukan dari setiap organisasi kurikulum, juga setiap organisasi kurikulum memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing baik yang bersifat teoritis maupun dalam hal-hal yang peraktis.
Pelaksanaan kurikulum dipengaruhi dan bergantung kepada banayak factor terutama sarana belajar, guru, pimpinan pendidikan orang tua murid.

A. Separated Subject Curriculum
Kurikulum ini menyajikan segala bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran (subjects) yang terpisah-pisah satu sama lain, seakan-akan ada batas pemisah antara mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya juga antara kelas dengan kelas lainnya. Sekalipun hakikat isinya ada relasi antara mata pelajaran yang satu dengan pelajaran yang lain. Mata pelajaran dalam organisasi ini dikompartmetalisasi dalam kelompok pengetahuan disiplin ilmu pengetahuan. Dalam bentuk yang tidak ekstrim penyajiannya dimungkinkan adanya sejenis relasi diantara mata pelajaran. Sebagai contoh dahulu kita pernah menyajikan mata pelajaran untuk “sekolah rakyat VI tahun” (sekarang sekolah dasar) terdiri atas ilmu tumbuh-tumbuhan, ilmu hewan, ilmu tubuh manusia, ilmu kesehatan dan ada juga ilmu alam. Untuk masa sekarang semua mata pelajaran tersebut diatas diintegrasikan diberikan predikat sebagai ilmu pengetahuan alam disingkat IPA.
Ada empat jenis cara menyajikan pelajaran yang sering dijumpai dalam Subject Curriculum ini, yakni:
(1) bahan pelajaran disajikan secara sistematis dan logis
(2) organisasi kurikulum ini sederhana: mudah disusun ditambah atau mudah dikurangi jumlah pelajaran yang di perlukan.(mudah direorganisir).
(3) penilaian lebih mudah karena biasanya bahan pelajaran ditentukan berdasarkan buku-buku pelajaran tertentu sehingga dapat diadakan ujian umum atau tes hasil belajar yang beragam.
(4) kurikulum ini memudahkan guru dalam pelaksanaan pengajaran.
Sarana yang diperlukan
Untuk mengembangkan Separated Subject Curriculum yang optimal maka dalam praktek pengajaran sangat diperlukan beberapa baik personel, material, maupun pasilitas pendidikan lainnya. Tanpa tersedianya sarana yang dimaksud maka Separated Subject Curriculum kurang memperoleh hasil yang sempurna. Sarana ini antara lain sebagai berikut:
(1) guru yang terlatih dan terdidik dalam tugas-tugasnya.
(2) Setiap guru harus punya ruang kelas khusus.
(3) Lamanya waktu belajar untuk setiap mata pelajaran.
(4) Penyedian pelayanan



B. Correlated Curriculum
Pada dasarnya organisai kurikulum ini menghendaki agar mata pelajaran itu satu sama lain ada hubungan, bersangkut paut (correlated) walaupun mungkin batas-batas yang satu dengan yang lain masih dipertanyakan.
Prinsip berhubungan satu sama lain ini dapat dilaksanakan dengn beberapa cara:
(1) antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara incidental.
(2) Memperbincangka masalah-masalah tertentu dalam berbagai macam pelajaran.
(3) Mempersatukan beberapa mata pelajaran dengan menghilangkan batas masing-masing
Sarana dan fasilitas yang diperlukan untuk meleksanakan kurikulum aktivitas ini ialah :
1. Guru
2. Gedung Sekolah
3. Perlengkapan Kelas
4. Perencanaan tidak ketat terikat pada waktu
5. Tak ada urutan tingkat kelas
C. Integrated Curriculum
Intergrated kurikulum meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajran dalam bentuk unit dan keseluruhan. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan mampu membentuk kepribadian murid yang integral, selaras dengan kehidupan sekitarnya, apa yang diajarkan disekolah disesuaikan dengan kehidupan anak diluar sekolah.
Ada dua sifat yang membedakan kurikulum inti dengan kurikulum lainnya : (1) kurikulum ini menekankan pada nilai-nilai sosial. Unsur universal dalam suatu kebudayaan memberikan stabiltas dan kesatuan pada masyarakat. Kurikulum ini sifatnya khas dengan keharusan yang disodorkan agar semua tujuan pendidikan disekolah merefleksikan keperluan utama dari system sosial. (2) Struktur kurikulum inti ditentukan oleh problem social dan perikehidupan social. Dalam bentuk yang murni kurikulum ini merupakan penghalusan dan penyederhanaan dari unsure-unsur kebudayaan yang dimiliki oleh semua anggota masyarakat, hokum-hukum normatif, prinsip-prinsip deskriptif, fakta dan sebagainya. Unsur ini tidak diorganisasi menurut mata pelajaran maupun ketegori perhatian melainkan dalam bentuk kategori social yang didasarkan pada lapangan utama dari aktifitas social.
Menurut Prof. Dr. S. Nasution Ma, menyatakan bahwa memang sekolah-sekolah modern sudah mulai berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject centred karena tidak menghasilkan pribadi yang harmonis.
Oleh karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang disebut “brood-unit” dengan cirri-ciri sebagai berikut :
1. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat.
2. Unit menghapus batas-batas pelajaran.
3. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar (didasrkan pada pusat minat dari anak).
4. Unit didasarka pada kebutuhab anak.
5. Unit memerlukan waktu yang lebih panjang disbanding dengan mata pelajaran yang biasa dari kurikulu tradisional.
6. Unit berasal dari “life centred” (berhubungan dengan kehidupan).
7. Unit memamfaatkan dengan wajar dari dalam diri anak yang belajar.
8. Dalam unit anak dihadapkan pada situasi-situasi yang mengandung problema.
9. Unit denga sengaja memajukan perkembangan social kepada anak-anak sebab benyak memberi kesemptan untuk bekerjasama dalam kelompok.
10. Unit direncanakan oleh guru dan murid.
Sarana dan fasilitas yang diperlukan untuk meleksanakan kurikulum ini ialah :
1. Pendidikan Guru
2. Keadaan Gedung
3. Fleksibilitas dalam pengelompokan siswa
4. Hubungan dengan masyarakat
5. Sekolah sebagai community centred
6. Demikianlah kita sudah menganal tiga macam pengorganisasian kurikulum yang secara singkat dapat kita sebutkan lagi ialah kurikulum yang tepisah-pisah, kurikulum yang berkorelasi dan kurikulm yang berintegrasi.
Factor Organisasi Kurikulum
Keadaan masyarakat senantiasa berubah dan mengalami kemajuan yang pesat, sehingga tentu akan memberi beban baru lagi pengembang kuriulum ( curriculum developers ), yang berperan sebagai pembuat keputusan ( decision makers ) dan memilih terhadap apa yang harus diajarkan kepada siapa. Dalam hubungan ini, Nasution (1989:34) menyatakan bahwa ada dua masalah pokok yang harus dipertimbangkan, yakni a) pengetahuan apa yang paling berharga untuk diberikan pada anak didik dalam suatu bidang studi, b) bagaimana mengorganisasi bahan itu agar anak didik dapat megusainya dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu para pengembang kurikulum mempunyai tugas membantu mereka (para spesialis) agar memahami sepenuhnya akan tugas mereka dalam menentukan pengetahuan paling berharga tersebut. Pendekatan yang paling baik kemungkinan adalah dengan pembentuk tim yang diketahui ahli pengembang kurikulum yang juga memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bidng studi tersebut.
Kemudian, masalah selanjutnya adalah tentang organisasi bahan yang juga tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Nasution mengemukakan bahwa ada semacam cara dalam mengorganisasikan bahan bagi keperluan pengajar. Salah satu caranya adalah denga mengorganisasikan bahan berdasarkan: topic, tema, kronologi, konsep, isu, logika, dan proses disiplin. Agar lebin jelas, dapat dilihat contoh sebagai berikut:
Organisasi
Bahan berdasarkan: contoh
a. Topic (biasanya digunaka dengan salah satu pendekatan lainnya atau dibagi dalam sejumlah sub topic) Perang kemerdekaan
b. tema Sebab-sebab perang kemerdekaan
c. Kronologi Tahap-tahap kemerdekaan
d. Konsep “Kemerdekaaan”
e. Isu Pengaruh perang kemerdekaan terhadap watak bangsa Indonesia
f. Logika Analisis peristiwa-peristiwa yang medukung atau menghambat btercapainya pengakuan de jure atas kemerdekaan Indonesia.
g. Proses disiplin Pandangan tentang perang kemerdekaan oleh ahli sejarah Indonesia? Ahli sejarah Belanda? Amerika Serikat? Proses dan instrumen apakah yang digunakan? Dan lain-lain.dz

Sebagai konklusi dari uraian asas organisatoris tersebut, ada tiga hal utama yang perlu diperhatiakan, yakni:
a. Tujuan Bahan Pelajaran
Mengajarkan keterampilan untuk masa sekarang atau mengajarkan keterampilan untuk keperluan masa depan, untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah, untuk mengembangkan nilai-nilai, untuk memupuk jiwa warga Negara yang baik, dan lain-lain.
b. Sarana Bahan Pelajaran
Siapa pelajar itu, apakah latar belakang pendidikan dan pengalamanya,
Sampai dimanakah tingkat .pengembangannya, bagaimana frofil kepribadian dan motivasinya, dan lain-lain
c. Pengorganisasian Bahan
Bagaimana bahan pelajaran diorganisasi:
Pemahaman mengenai asas-asas tersebut bagi para pengembang kurikulum sangat penting dalam menghasilkan kurikulum yang diharapkan.karenanya, menurut Adiwikarta (1994;101), mereka para pengembang dan pelaksana kurikulum) perlu memperhatikan 3 kecendrungan, yakni:(1) kekinian dan kedisinian (2) kemasa-depanan dan (3) kepentingan satuan pendidikan



Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa organisasi kurikulum merupakan komponen menejemen kegiatan oprasional yang perlu di koordinasikan atau direncanakan,dikontrol yang mampu memancing perhatian masyarakat dan mampu mengembangkan kapasitas belajar untuk meguasai fakta, konsep, prinsip yang terdapat dalam mata pelajaran. Dengan demikian, spesialisasi yang merupakan ciri utama organisasi kurikulum ini sangat relative sifatnya, sebab penguraian mata pelajaran yang sedemikian terperinci hanya dapat dilakukan pada tingkat pendidikan tinggi atau dalam suatu universitas. Maka dari itu pentingnya pembentukan kurikulum organisasi dalam komponen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar