Minggu, 07 November 2010

Psikologi Pendidikan

A. Pengertian Motivasi
Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk dapat meninjau dan memahami motivasi, ialah (1). Motivasi dipandang sebagai suatu proses pengetahuan tentang ini dapat membantu guru menjelaskan tingkah laku yang diamati dan meramalkan tingkah laku orang lain. (2). Menentukan karakteristik proses ini berdasarkan petunjujk-petunjuk tingkah laku seseoarang.petunjuk-petunjuk tersebut dapat dipercaya apabila tampak kegunaannyauntuk meramalkan dan menjelaskan tingkah laku lainnya.
Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai denagan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang diungkapkan Mc.Donald ini mengandung tiga element penting.
1. bahwa motiivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi didalam system “neurophysiological” yang ada pada organisme manusia. Karena menyangkut masalah perubahan energi manusia (walau motivasi itu muncul dalam diri manusia itu sendiri), penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.
2. motivasi ditandai dengan munculnya, rasa/feeling ,afeksi orang. Dalam hal ini motivasi relevan denga persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah-laku manusia.
3. motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya meerupakan respond dari suatu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam dari manusia. Tetapi munculnya karena terangsang/ terdorong oleh adanya unsure lain, dalam hal ini adalah tujuan, tijuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.
Dengan ketiga elemen di atas maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia. Sehingga akan menyangkut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindaka atau melakukan sesuatu. Semua ini di dorong karena adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan.
Motivasi dapat juga dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau atau ingin melakukan sesuatu, dan bila tidak suka maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka itu. Jadi motivasi itu dapat dirangsang oleh factor dari luar tetapi motivasi itu adalah tumbuh didalam diri seseorang. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan senagai keseluruhan daya penggerak di dalm diri siswa yuang menimbulkan kegiatan belajardan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dalam kegiatan belajar, sehingga tujuan yang ingin dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
Analisis motivasi. Antara kebutuhan –motivasi- perbuatan atau tingkah laku, tujuan dan kepuasan terdapat hubungan dan kaitan yang erat. Setiap perbuatan disebabkan oleh motivasi. Adanya motivasi karena seseorang merasakan adanya kebutuhan dan untuk mencapai tujuan tertentu pula. Apabila tujuan tercapai, maka ia merasa puas. Tingkah laku yang memberikan kepuasan terhadap suatu kebutuhan cenderung diulang kembali sehingga lebih kuat dan mantap
a) motivasi dan kebutuhan. Kebutuhan adalah kecenderungan-kecenderunagan permanent dalam diri seseorang yang yang menimbulkan dorongan melakukan suatau perbuatan/ tindakan untuk mencapai tujuan. Kebutuhan timbul karena adanya perubahan dalam diri organisme, atau disebabkan oleh rangsangan kejadian kejadian di lingkunagn organisme. Kebutuhan tersebut mendorong/menimbulkandorongan atau motivasi bagi seseorang intuk bertingkah laku/ melakukan perbuatan tertentu.
b) motivasi dan drive. Drive adalah suatu perbuatan dalam struktur neuropysiologis yang menjadi dasar organis dari pada perubahan energi, yang disebut motivasi. Dengan kata lain, motivasi timbul disebabkan oleh perubahan-perubahan neuropysiologis. Hal ini menunjukan bahwa hubungan antara motivasi dan drive ternyata sangat erat.
c) motivasi dan tujuan. Tujuan adalah suatu yang hendak dicapai oleh suatu perbuatan, ayang apabila tercapai akan memuaskan kebutuhan individu. Tujuan yang jelas dan didasari akan mempengaruhi kebutuhan yang pada gilirannya akan mendorong timbulnya motivasi. Ini berati, bahwa suatu tujuan dapat juga membangkitkan motivasi dalam diri seseorang.
d) motivasi dan insentip. Insentip adalah hal-hal yang disediakan oleh lingkungan dengan maksud merangsang siswa bekerja lebih giat dan lebih baik. Insentif dapat berupa hadiah, harapan. Lingkungan berupa guru atau orang lainya yang berupaya mendorong motivasi siswa. Insentif dapat menjadi identik dengan tujuan atau menjadi tujuan itu sendiri. Hal ini menunjukan bahwa hubungan antara motivasi dan insentif sangat erat.
B. Kebutuhan dan Teori Tentang Motivasi
Untuk dapat belajar dengan baik diperlukan proses dan motivasi yang baik pula. Itulah maka para ahli psikolog pendididkan mulai memperhatikan soal motivasi yang baik. Sehingga dalam kegiatan belajar itu kalau tidak melalui proses dengan didasari motif yang baik, atau mungkin karena rasa takut, terpaksa atau sekedar seremonial; jelas akan menghasilkan hasil belajaryang semu, tidak otentik dan tidak tahan lama.

C. Peran Motivasi dalam Mencapai Keberhasilan Belajar
Motivasi merupakan salah astu unsure dalam mencapai perestasi belajar yang optimal selain kondisi kesehatan secara umum, intelegensi, bakat dan minat (Rustam 1988). Seorang anak didik bukan tidak bias mengerjakan sesuatu, tetapi ketidak biasaan itu disebabkan oleh kemauan yang tidak terlalu banyak terdap pekerjaan itu. Motip yang kurang menyebabkan dorongan dan kemauan yang tidak kuat sehingga hasil kerjanya tidak sesuai dengan kecakapan.
Menurut teori humanistic dari Maslow (Kolesnik,1970), motivasi seseorang berasal dari kebutuhannya sehingga perilaku manusia berorentasi pada pemuasan kebutuhan dan pencapaian tujuan. Kebutuhan merupakan suatu keinginan yang belum tercapai yang berguna bagi manusia. Tujuan merupakan sesuatu yang akan menyebabkan kepuasan terhadap kebutuhan. Sedangkan motivasi merupakan pembangkitan (arousal). Dan ketekunan ynag terus menerus (persistence) terhadap kecenderunngna tuk berbuat dengan cara tertentu agar mencapai sesuatu yang dirasakan dengan baik.
Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatan sebagai keseluruhan daya pengerak dalam diri individu yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar, dan yang memberikan arah kegiatan belajar sehingga tujuan yang di kehendaki akan tercapai (Sadirman 1990). Jika individu mempunyai motivasi belajar yang tinggi, maka individu tersebut akan mencapai prestasi yang baik.
Motivasui belajar merupakan factor fisikis yang bersifat non intelektual. Perananya yang khas adalah dalam penumbuhan gairah, perasaan dan semangat untuk belajar. Motivasi belajar adalah dorongan yang menjadi penggerak dlam diri seseorang untuk melakukan mencapai prestasi. Dengan demikian, motivasi memiliki peran strategis dalam belajar, baik pada saat akan memulai belajar, saat sedang belajar, maupan saat berakhirnya belajar. Agar peranya lebih oftimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam aktifitas belajar haruslah dijalankan. Prinsip- prinsip tersebut adalah :
1. motivasi sebagai penggerak yang mendorong aktifitas belajar
2. motivasi intrinsic lebih utama dari pada motivasi ekstrinsik dalam belajar
3. motivasi berupa ujian yang lebih baik dari pada hukuman
4. motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan belajar
5. motivasi dapat memupuk optimisme dalam belajar
6. motivasi melahirkan prestasi dalam belajar
Sebagai tambahan, berikut akan dikemukakan implikasi teori dan penelitian tentang motivasi tentang pembelajaran sebagai berikut :
1. guru harus membantu siswa memperoleh dan mengkoordinir tujuan-tujuannya secara tepat.
2. guru memberdayakan siswa dengan keyakinan-keyakinan yang bermakna tepat.
3. guru harus memberikan perlengkapan untuk membantu siswa memonitor kemajuan yang mereka capai.
4. guru harus memberikan pengalaman yang banyak dan juga menantang, dimana dari semua level keterampilan merasakan keberhasilan dan kompetensi mereka.
5. guru harus mengadopsi dan mengkomunikasikan pandangan kemampuan tambahan bagi siswa.
6. guru harus menjelaskan pada siswa nilai dan arti penting mempelajari keterampilan tertentu, dengn menggunakan argumentasi yang otentik dan menyakinkan.
D. Fungsi motivasi dalam belajar
Untuk lebih jelasnya fungsi motivasi dalam belajar menurut Djamarah (2002: 123-124) sebagai ebrikut:
1. motivasi sebagai pendorong perbuatan
2. motivadi sebagai penggerak perbuatan
3. motivasi sebagai pengarah perbuatan
E. Pendekatan Metode Belajar
Ragam Metode Belajar
a. Pendekatan hokum Jost
Menurut Reber (1988), salah satu asumsi penting yang mendasri hokum Jost (Jost’s law) adalah siswa yang lebih sering memperaktekan materi pelajaran akan lebih mudah memsnggil kembali memori lama yang yang berhubunagan dengan materi yang sedang ia tekuni. Selanjutnya berdasrkan asumsi hokum Jost itu maka belajar itu misalnya dengna kiat 4 x 2 adalah lebih baik dari pada 2 x 4 walupun hasil perkalian kedua kiat sama.
b. Pendekatan Ballard & C lanchy
Menurut Ballard & Clancy (1990), pendekatan belajar siswa pada umumnya di pengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan (attitude to knowledge). Ada dua macam siswa dalam menyikapi ilmu pengetahuan yaitu:1) sikap melestarikan apa yang sudah ada (conserving); dan 2) sikap memperluas ( exstending)
c. Pendekatan Biggs
Menurut hasil penelitian Biggs (1991:55,185,121), pendekatan belajar siswa dapat dikelompokan kedalam tiga protatipe(bentuk dasar), yakni :
1. pendekatan surface (permukaan / bersifat hadiah)
2. pendekatan deep (mendalam)
3. pendekatan achieving (pencapaian prestasi tinggi)




Daftar Pustaka
Khodijah, Nyayu. 2009. Psikologi Pendidikan, Palembang: Grafika Telindo Press

Hamalik, Oemar.2001. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Askara

Hamalik, Oemar. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Bumi Askara

Sadirman, 2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Rja Grafindo Persada

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar